Apa Kabar Sahabat, Semoga Sehat
Sealu,Terima Kasih Sudah Menyempatkan Waktu Untuk Mampir Ke Blog Saya,
Kali Ini Saya Tulis Tentang Jawaban
Dari Pertanyaan Sahabat Saya, Dia Bertanya : Siapa Yang Tuhan Uji?
Pertanyaan Ini Muncul Saat Ketika Sahabat Saya
Sedang Berdiri Di Depan Sebuah Toko,Ia Melihat Seorang Perempuan Dengan Menggenakan
Pakaian Yang Sangat Tidak Layak(Seperi Orang Gila),
Di Pundaknya Perempuan Itu Memikul Sebuah Karung Yang Berisi Barang Bekas,Saat Itu Ia Hampiri Perempuan Tersebut Dan Bertanya,
Di Pundaknya Perempuan Itu Memikul Sebuah Karung Yang Berisi Barang Bekas,Saat Itu Ia Hampiri Perempuan Tersebut Dan Bertanya,
‘’Maaf Mbak,Mbak Dari Mana?’’Tanya
Teman Saya.
Wanita Itupun Terlihat Takut Dan Seperti
Enggan Berkomunikasi.
Lalu Teman Saya Pun Mencoba
Menenangkannya.
‘’Mbak Gak Usah Takut Saya Gak
Bermaksud Mengganggu Mba,Saya Cuman Pengen Tau Kenapa Mbak Seperti Ini,
Akhirnya Perempuan Itu Mau
Berkomunikasidengan Temansaya,
‘’Saya Dari Kupang,Jawab Si
Perempuan,’’Saya Kesini Karna Di Ajak Teman Sekampung Untuk Kerja,Tapi Sampai
Di Jakarta Rante Sayadan Idetitas Saya Diaambil,Lalu Sayadi Bawa Dari Jakarta
Ke Daerah Yang Saya Gaktau Itu Dimana,Dua Bulan Saya Jalan Gak Tau Arah Tujuan
Hingga Akhirnya Saya Sampai Kesini,Selama Ini Saya Pura-Pura Gila Krna Saya
Takut Di Jahatin Orang, Begitulah Ujar Siperempuan Itu.
Teman Saya Pun Serentak Kaget
Mendengar Penjelasan Si Perempuan Itu,Akhirnya Dia Mencoba Menyakinkan Bahwa Si
Perempuan Itu Masih Sehat akalnya,Denngan Menanyakan Nama Oang Tua Dan Alamat,
Dan Sungguh Memukul ternyata Orang
Yang selama Ini Mungkin Di Anggap Gila Dia Ternyata Waras.
‘Terbayang Dalam pikiranya,Melewati
2 Bulan Berjalan kaki Tak Punya Bekal Dan Tujuan.
Perempuan Itu Bernama
Dina Mariana Seran
Ayahnya Bernama Karel Bian Seran
Dan Ibunya Serleta Seko.
Dia Berasal Dari Dusun Rasusu Desa
Takari Kecamatan Takari,
Dari Situ Teman Saya Benar-Benar
Yakin,Ia Berpaling Dan Meneteskan Air Mata,Iapun Pulang Dan Meninggalkan
Perempuan Itu.
Sampainya Di Rumah Teman Saya
Berpikir,Siapa Yang Tuhan Uji, Apakah Dia Yang Kesusahan,Apa Aku Yang
Melihatnya,Itu Yang Tak Henti Ia Pikirkan.
Ia Pun Mendatangi Kediamanku Lalu
Menceritakan Yang Terjadi Tadipagi.
Ia Pun Membicarakan Pertanyaan
Hatinyakepadaku, Aku Jawab Itu Dengan Nurani Dan Perasaan Ku,Jika Itu Benar
Maka Semua Itu Karna Allah Swt,Tapi Jika Salah Itu Karna Aku Sendiri.
Aku Jawab Pertanyaanya, Setiap
Manusia Tak Luput Dari Ujian.
Namun Tak Pernah Tau Apa Itu Ujian
Atau Ajab,Namun Ketika Kita Di Uji ,Pasti Kita Tak Pernah Menyadarinya.
Ujian Dari Tuhan Terkadang Melewati
Orang Lain,Ketika Orang Lain Di Uji,
Seperti Kita Melihat Orang Yang
Kesusahan Di Jalan, Nah Mungkin Orang Tersebut Sedang Diuji Oleh Tuhan Dan Kita
Pun Yang Melihat Juga Di Uji, Ujian Untuk Kita Bisakah Kita Membantunya,Dengan
Harta Atau Tenaga.
Mendengar Ucapanku Dia Langsung
Keluar Rumah Lalu Menyalakan Motor, Dia Bermaksud Mencari Perempuan Yang Dia
Ceritakan,
Saat Itu Hujan Deras Namun Tidak
Menghalangi Niatnya Mencari Perempuan Itu.
Istrinya Pun Memdukung
Niatnya,Bukan Karna Ingin Di Puji Tapi Ia Melakukan Karna Ia Merasa Punya
Tenaga Untuk Membantu Sesame Manusia,
Sekitar 1jam Kurang Lebih Dia
Muter-Muter Nyari Perempuan Itu Namun Usahanya Tidakberbuat,Wanita Itu Tidak Di
Temukan,Iapun Pulang Menuju Rumah Kediamanya,
Semalaman Dia Terus Memikirkan
Nasib Perempuan Itu,Ia Merasa Sangat Bersalah Kenapa Ia Tinggalkan Orang Yang
Sedang Kesulitan.
Malampun Berlalu Alarm Berbunya
Menunjukan Waktu Subuh,Dia Bangunkan Keluarganya Dan Ia Segera Ke Masjid, Usai
Solat Ia Berdoa Meminta Kemudahan Ntuk Semua Umat Muslim.
Pukul 06:30 Dia Bersiap Berangkat
Kerja,Kebetulan Ia Seorang Sales Produk Yang Kerjanya Keliling Di Lapangan,
Takhenti Sepanjang Jalan Ia Menengok Kanan Kiri ,Karna Barang Kali Dia Melihat
Wanita Yang Ia Cari,.
Ketika Ia Melewati Jalan Yang Sepi
,Ia Di Kejutkan Dengan Sosok Wnita Yang Mengenakan Baligo/Sepanduk
Untukmenutupitubuhnya, Iapun Segera Berhenti Dan Melihat Perempuan Itu, Ternya
Perempuan Yang Memakai Sepandukitu Adalah Dina ,Perempuan Yang Ia Cari,
‘’Semalam Hujan Deras Baju Nya
Kehujanan,Akhirnya Diamemakai Baligo Yang Biasa Nempel Di Depan
Warung,Kebetulan Ada Warung Kosong di Dekat Situ.Itu Penjelasan Si Perempuan
Memakai Baligo.
Tak Buang Waktu Ia Segera Membawa
Perempuan Itu Ke Rumahnya Dan Di Kenalkan Kepada Istrinya.
Istrinya pun Sangat Sedih Melihat Perempuan
Berusia 18 Tahun Yang Mendapat Cobaan Begitu Berat,Iapun Setujun Kepada
Pendapat Suaminya Yang Ingin Membantu Perempuan Itu.
Dina Segera Di Mandikan Oleh
Istrinya,Lalu Diberi Pakaian Yang Layak,Saat Itu Terlihat Wajah Bahagia Si
Perempuan Malang Itu,Karna Ia Merasa Mempunyai Keluarga.
Berjalanya Waktu Dina Pun Mampuh
Membaur Dengan Anak Sahabat Saya, Tiap Malam Dia Mendengarkan Istri Sahabat
Saya Membaca Al_Quran,Mungkin Hati Si Dina Merasa Tenang Lalu Ia Menanyakan
Kaka Baca Apa,? Tanyadina.
‘’Kaka Baca Al-Quran,Jawab
Istrisahabat Saya,Kenapa Kamu Ke Ganngu,?
‘’Tidak Ka Malahan Saya Ingin Tau
Kenapa Kaka Baca Itu Saya Merasa Tenang,
Akhirnya Di Jelaskan Semuanya.
Dan Akhirnya Si Dina Ingin Masuk
Islam,Subhanallah,
Dina Pun Masuk Muslim Dengan
Bimbingan Ustad Terdekat Di Sana ,Dan Alhamdulilah Gadis Malang Itu Sekarang
Menjadi Santriwati Di Suatu Pondok Di Kota Cianjur.
Demikianlah Kisah Seorang Sahabat
Dan Gadis Kupang Malang.
Menolong Orang Tidak Akan Pernah
Merugikan Kita,Mari Kita Tingkatkan Dan Mencoba Menanyakan Apa Yang Terjadi
Dengan Seseorang Yang Tidak Semeskinya Begitu,
terima kasih sahabat,semoga kisah ini dapat menjadi insfirasi positif untukkita semua,karna hidup ini tak sendiri.
written by:
No comments:
Post a Comment