Di Balik Jalan Hitam
Tiga Tahun,,,Aku Berjalan Dengan Rasa Takut,Tidak Merasakan
Indahnya Dunia,Sungguh Perjalanan Ini Bukan Rangkaian Mimpiku Dahulu.
Perjalanan Ini Adalah Kesalahan Dari Pilihat Singkat Yang
Dulu Mau Tidak Mau Harus Aku Pilih,Demi Orang-Orang Yang Aku Sayangi,Yaitu Anak
Dan Istriku.
Tindakan Ku Sangat Salah Di Mata Manusia,Namun Semua Itu
Terpaksa Karna Aku Hanya Berharap Tuhan Mengampuni Dan Menerima Taubat Ku.
Sahabat ,Mungkin Ini Adalah Curahan Hati Saya Yang Penuh
Dengan Kesedihan,Saya Bukan Seorang Yang Pandai Merangkai Kata,Saya Hanya
Seorang Insyan Lemah.
Oktober Gelap
Aku Putuskan Untuk Pergi Membawa Kendaraan Orang,Untuk
Membawa Istriku Kabur Dari Rumah Mertua, Karna Saat Itu Aku Sangat Di Benci
Mertua.
Istriku Di Beri Pilihan, Memilih Aku Atau Keluarganya, Saat
Itu Istriku Sangat Bingung,Dan Ia Tidak Bisa Memilih,Karena Baginya Aku Dan
Orang Tuanya Adalah Hal Yang Sangat Berarti Baginya,
Dan Saat Itu Aku Tidak Ingin Kehilangan Istriku Dan Jauh
Dengan Anaku,Akhirnya Aku Mencari Cara Untuk Membawa Anak Dan Istri Ku Dari Rumah
Mertua.
Karena Saat Itu Ekonomi Ku Nol Besar,Jadi Pikiran Aku Gelap
Dan Tak Bisa Jernih Untuk Berpikir,Akhirnya Aku Ikuti Bisikan Negatif Yang
Terdengar Seperti Petir Menyambarbumi.
Perjalanan Tak Tentu
Arah.
Malam Itu ,Aku Dan Anak Istriku Pergi Meninggalkan Rumah
Mertua Dengan Sepeda Motor Yangakupinjam,Semalaman Kami Menyusuuri Jalan Yang
Tak Bertujuan.
Anaku Yang Saat Itu Berusia Masih Balita Tidak Kuat Menahan
Angina Malam ,Yang Akhirnya Ia Kedinginan,Kami Pun Putuskan Untuk Istirahat Di
Suatu Rumah Kosong Pinggiran Hutan,Saat Itu Anaku Membuataku Dan Istriku
Cemas,Karena Dia Menggigil Dan Merintih .
Melihat Keadaan Anakku Seperti Itu Akupunbersujud Dan
Mencium Bumi,Memohon Kepada Tuhan Untuk Menyembuhkan Anak Ku,
Sungguh Besar Kuasatuhan , Tidak Lama Berselang Anaku
Membaik Dia Bisa Berbiara Kembali,Diabicara Kepadaku Bahwa Ia Lapar,Sedangkan
Kami Tidak Bawa Makanan Dan Minuman.
Karna Ada Di Hutan Dengan Lokasi Yang Jauh Dari Penduduk Aku
Hanya Bisa Menenangkan Anak Saya Untuk Menunggu Pagi.
Kami Bertiga Menginap Di Rumah Kosong Itu,Istriku Tidur
Dengan Menyenderkan Kepalanya Kepundakku,Sedangkan Anaku Dia Tidur Di Atas
Pangkuanku Sampai Pagi .
Pagi Itu Kami Segera Melanjutkan Perjalanan,Mencari
Makanan,Karna Anaku Sangat Kelaparan Dari Semalam.
Kira-Kira 3 Kilo Meter Kami Jalan,Sebuah Rumah Makan Yang
Sederhana Lalu Kami Mampir Di Sana.
Selasainya Makan,Keuangan Kami Mulai Menipis, Kira-Kira
Hanya Cukup Untuk Beli 2 Liter Bahan Bakar,Namun Kami Pasrah Dengan Nasib Yang
Akan Datang.
Kami Bergegas Kembali
Melanjutkan Perjalanan,Hingga Sampai Kesebuah Pom Bensin Kami Mengisi Bahan
Bakar Dan Uangpun Habis.
Buah Papaya
Penyelamat
Saat Itu Waktu Sore Sekitar Jam 16:28 Wib. Anaku Kembali
Mengeluh Kelaparan.Situasi Yang Sangat Membingungkan,Karna Kami Tidak Punyauang
Lagi Untuk Beli Makanan,Akhirnya Kami Berhenti Di Tempat Yang Sejuk,Taksengaja
Aku Melihat Pohon Papaya Yang Kebetulan Ada Buahnya Yangmatang,Aku Segera
Mengambilnya Lalu Memakannya Bersama..
Tibanya Kami Di Suatu Perkampungan Kecil,Kami Mencari
Tumpangan Untuk Menginap.
Kami Menemukaan Seorang Penduduk Di Desa Tu Yang Tidak
Keberatan Kami Tumpangi Rumahnya,Wanta Tuaitu Sangat Ramah Dan Baik.
Ia Menyuguhkan Makanan Yang Ia Miliki,Hingga Anaku Makan
Dengan Lahap,
Kami Menginap Di Sana Beberapa Hari,Stiap Hari Aku Nawarin
Sepeda Motor Yang Aku Pakai Untuk Di Jual,Aku Merasa Sudah Tidak Punya Pilihan
Selain Mengembalikan Istri Dan Anak Saya Ke Rumah Mertua,
Terjualnya Sepeda
Motor
Aku Sudah Mengetahui Akan Sperti Apa Resikonya,Jika Aku Jual
Motor Itu,Tapi Tidak Ada Pilihan.
Aku Jual Dan Uangnya Aku Pakai Untuk Kepulangan Aku Dan Anak
Istriku Kembali Ke Rumah Mertua,
Ciuman Terahir
Istriku
Perjalana Setengah Hari Terlewati ,Hingga Sampai Kami Ke
Ujung Kebersamaan,Karna Hanya Anak Dan Istriku Yang Pulang Kerumah,Aku Melanjutkan
Perjalanan Yang Tak Tentu Arah,Karna Saat Itu Bukan Hanya Mertuaku Yang
Membencikutapi Teman Pemilik Sepeda Motorpun Membenciku Hingga Ia Mencariku
Untuk Memukuliku,
Saat Itu Aku Merasa Benar-Benar Bodoh,Bukan Menyelesaikan
Masalah Tapi Memperdalam Masalah,Kini Aku Semakin Jauh Dengan Anak
Istriku,Sangat Sulit Aku Menemui Mereka, Hingga Aku Merasa Kesepian Dan Rindu
Berat.
Mendadi Pengamen Jalanan
Saat Itu Aku Mencari Cara Untuk Bertahan Hidup,Disuatu Kota
Yang Takada Satupun Kenalan Atau Teman,
Hanya Kebingungan Yang Saat Itu Aku Rasakan,Hingga Aku Masuk
Ke Suatu Mushola Untuk Istrahat,Saat Iku Aku Rencana Ingin Menetap Disana
,Karna Taka Da Cara Lain.
Namun Saat Aku Duduk Di Depan Teras Mushola Aku Lihat
Seorangpengamen Yang Menuju Kea Rah Ku,Ia Bermaksud Numpang Ke Wc Mushola,Tapi
Sesudah Dariwc Pengamen Itu Menghampiriku,Eakan Ia Mengajk Ku Untuk Berteman,\/
Kami Berbincang Dan Akhirnya Ia Mengajakku Ketempat
Tinggalnya, Dia Tinggal Di Suatu Rumahkontrakanyang Sangat Sempit Dan
Kumuh,Namun Aku Tak Hiraukan Itu,Yang Ada Aku Bersukur Karna Aku Memiliki
Teman.
Di Mengajaku Ngamen Untuk Yang Pertama Kalinya,
Aku Menjalani Profesi Itu Untuk Menyambung Hidup.
Tak Terasa 6 Bulan Berlalu,
Rindu Semakin Mendalam,Terbayang Selalu Wajah Ana Dan
Istriku,Aku Berencana Untuk Pulang Kampong ,Ingin Mencurahkan Rindu,.
Pertemuan Singkat
Pagi Dalam Cuaca Dingin,Aku Naik Ke Atas Bus Tujuan Kampung
Halaman,Rindu Seakan Sudah Di Ujung,Tak Sabar Aku Ingin Memeluk Mereka Yang
Sangat Aku Rindukan.
Beberapa Jam Aku Di Perjalanan Akhirnya Sampailah Ke Tempat
Dimana Aku Berhenti,Bau Kampung Yang Sangat Aku Rindukan Sudah
Tercium,Kebahgiaan Anakku Sudah Terasa ,Tak Banyak Buang Waktu Aku Segera Ke Rumah Salah Satu Teman Di Dekat
Situ,Di Sanalah Aku Dan Anak Istriku Akan Bertemu,
Sampainya Dirumah Temanku,Ia Menyambutku Dengan Ramah,Lalu
Kami Bercerita .
Aku Pun Meminta Bantuannya Untuk Menjemput Anak Istriku,Dan
Iapun Bersedia Dan Segera Berangkat,Selang Beberapa Menit Ia Datang Dengan
Membawa Anak Istriku,Akupun Seperti Ketiban Gunung Emas Senang Sekali.
Aku Segera Berlari
Menghampirimereka Dan Mencium Anakku Dan Menggendongnya.
Aku Dan Anak Istriku Masuk Kedalam Rumah Temanku,Dan Saat
Itu Aku Memeluknya Dengan Rasa Rindu Yang Begitu Menggebu.
Namun Kemesraanitu Hanya Beberapa Menit Saja,Karna Ada Sekelompokorang
Yang Meengetahui Kedatanganku Dan Akhirnya Aku Kembali Lagi.
terima kasih,