ads

Propellerads

Thursday, December 29, 2016

PENGALAMAN-PENGALAMAN PENTING NABI MUHAMMAD S.A.W.

''ASALAMUALAIKUM.WR.WB

selamat malam sahabat,pertama saya ucapkan terima kasih atas waktu yang sahabat sempatkan untuk membaca tulisan saya.

kali ini saya menulis tentang pengalaman-pengalaman penting baginda rosulallah nabi kita,muhammad s.a.w.

PENGALAMAN-PENGALAMAN PENTING NABI MUHAMMAD S.A.W.

Ketika Berumur 12 Tahun,Nabi Muhammad Saw Mengikuti Pamannya Abu Thalib Membawa Barang Dagangan Ke Syam.
Sebelum Mencapai Kota Syam,Baru Sampai Ke Bushra,Bertemulah Khafilah Abu Thalib Dengan Seorang Pendeta Nasrani Yang Alim,''Buhaira'' Namanya.

Pendeta Itu Melihat Ada Tanda-Tanda Kenabian Pada Diri Muhammad S.A.W. Maka Di Nasihatilah Abu Thalib Agar Segera Membawa Keponakanya Itu Pulang Kemekah,Sebab Ia Khawatir Kalau -Kalau Muhammad Saw Di Temukan Oleh Orang Yahudi Yang Pastiakan Menganiayanya.

Abu Thalib Segera Menyelesaikan Dagangannya Dan Kembali Kemekah.
Nabi Muhammad S.A.W. Sebagai Mana Biasanya Pada Masa Kanak-Kanak- Itu ,Dia Kembali Kepekerjaannya  Mengembala Kambing; Kambing Keluarga Dan Kambing Penduduk Mekah Yang Lain Yang Di Percayakan Kepadanya.
Pekerjaan Mengembala Kambing Ini Membuahkan Didikan Yang Amat Baik Pada Diri Nabi,Karena Pekerjaan Ini Memerlukan Keuletan ,Kesabaran Dan Ketenangan Serta Keterampilan Dalam Tindakan.

Diwaktu Nabi Muhammad Saw Berumur Kurang Lebih 15 Tahun Terjadilah Peristiwa Bersejarah Bagi Penduduk Mekah, Yaitu Kejadian Peperangan Antara Suku Quraisy Dan Kinanah Di Satu Pihak,Dengan Suku Qais’ailan Di Lain Pihak.
Nabi Muhammad Saw Ikut Aktif Dalam Peperangan Ini Memberi Bantuankepada Paman-Pamanya  Dengan Menyediakan Keperluan Peperangan.


Peperangan Ini Terjadi Didaerah Suci Pada Bulan-Bulan Suci Pula Yaitu Pada Bulan Zulqaedah.

Menurut Pandangan Bangsa Arab Peristiwa Itu Adalah Pelanggaran Terhadap Kesucian,Karena Melanggar Kesucian Bulan Zulqaedah,Sebenarnya Dilarang Berkelahi,Berperang Menumpahkan Darah.
Oleh Karena Demikian Perang Tersebut Dinamakan Harbul Fijar Yang Artinya Perang Yang Memecahkan Kesucian.

Semenjak Wafat Nya Abdul Muththalib,Kota Mekah Mengalami Kemerosotan.
Ketertiban Kota Mekah Tidak Terjaga.
Keamanan Harta Benda,Diri Pribadi Tidak Mendapat Jaminan.
Orang-Orang Asing Menderita Segala  Macam Pemerasan Terang-Terangan.

Kadang-Kadang Mereka Di Rampok,Bukan Saja Barang Dan Harta Bendanya ,Akan Tetapi Juga Istri Dan Anak Perempuannya.
Perbuatan-Perbuatan Demikian Membawa Suasana Mekah Kacau Dan Genting.
Jika Hal Itu Di Biarkan Berlarut-Larut Akan Merugikan Penduduk Mekah Seniri(Quraisy).

Akhirnya Timbulah Ke Insyafan Di Kalangan Peminpin-Peminpin Quraisy Untuk Memulihkan Kembali Ketertiban Kota Mekah Itu.Mak Berkumpulah Pemuka-Pemuka Dari Bani Hasyim,Bani Muththalib,Bani Asad Bin ‘Uzza,Bani Zuhrah Bin Kilab Dan Bani Tamim Bin Murrah.
Dalam Pertemuan Ini Pemimpin-Peminpin Quraisy Mengikat Sumpa; Bahwa Tidak Seorangpun Yang Akan Teraniaya Lagi Di Kota Mekah Baik Oleh Penduduknya Sendiriataupun Orang Lain.
Barang Siapa Yang Teraniaya,Dia Harus Di Bela Bersama-Sama.Demikianlah Isi Dari Sumpah Itu Yang Dalam Sejarah Di Sebut Halfulfudhul.

Nabi Muhammad S.A.W Sendiri Mengatakan Sesudah Menjadi Rasul Bahwa Beliau Menyaksikan Pertemuan Paman-Paman Beliau Di Rumah Abdullah Bin Juda’an,Diwaktu Usia  Belasan Tahun.
Hasil Pertemuan Pemuka-Pemuka Quraisy Itu Membawa Perobahan Yang Baik Bagi Kota Mekah,Hingga Kota Ini Kembali Aman Dan Selanjutnya Menjadi Peranan Penting Dalam Sejarah Perkembangan Bangsa Arab.

Meningkat Masa Dewasa,Nabi Muhammad Saw Mulai Berusaha Sendiri Dalam Penghidupannya.Karena Dia Terkenal Orang Yang Jujur,Maka Seorang Janda Kaya Bernama Siti Khadijah Mempercayai Beliau Untuk Membawa Barang Dagangan Ke Syam.
Dalam Perjalanan Ke Syam Ia Di Temani Seorang Pembantu Siti Khadijah Yang Bernama Maisarah.

Setelah Selesai Menjual Belikan Barang Dagangan Di Syam ,Dengan Memperoleh Laba Yang Tidak Sedikit ,Merekapun Kembali Kemekah.
Sesudah Nabi Muhammad Saw Pulang Dari Perjalanan Ke Syam Itu,Datanglah Lamaran Dari Pihak Siti Khadijah Kepada Beliau,Lalu Beliau Menyampaikan Hal Itu Kepada Pamannya.
Setelah Tercapai Kata Sepakat ,Pernikahanpun Di Langsungkan,Pada Waktu Itu Umur Nabi Kurang Lebih 25 Tahun Sedang Siti Khadijah Kurang Lebih 40 Tahun.
Perkawinan Ini Telah Memberi Muhammad Saw Ketenangan Dan Ketentraman.
Muhammad Saw Memperoleh Cinta Kasih Dari Seorang Perempuan Yang Kemudian Hari Merupakan Orang Yang Pertama-Tama Mengakui Kerasulannya,Dan Senantiasa Siap Sedia Menyertai Dia Dalam Segala Penderitaan Dan Kesusahan Dengan Pengorbanan Harta Sekalipun.
Nama Nabi Muhammad Saw Bertambah Popular Di Kalangan Penduduk Mekah,Sesudah Beliau Mendamaikan Pemuka-Pemuka Quraisy Dam Sengketa Mereka Memperbaharui Bentuk Ka’bah.
Pada Permulaannya Mereka Bersatu Dan Bergotong Royong  Mengerjakan Pembaharuan Ka’bah Itu.

Tetapi Ketika Sampai Kepada Peletakan Batu Hitam(Al Hajarul Aswad) Ketempat Asalnya,Terjadilah Perselisihan Sengit Antara Pemuka-Pemuka Quaisy.
Mereka Masing-Masing Merasa Berhak Untuk Mengembalikan Batu Suci Itu Ketempat Asalnya Semula.
Akhirnya Di Sepakati Orang Yang Akan Menjadi Hakim Adalah Orang Yang Pertama Datang Dan Pada Saat Yang Kritis Ini ,Datanglah Muhammad Saw Yang Di Sambut Dan Di Setujui Mereka; Maka Diambilnyalahsehelai Kain,Lalu Di Hamparkannya Dan Al Hajarul Aswad Di Letakannya Di Tengah Kain Itu.

Kemudian Disuruhnyatiap-Tiap Pemuka Golongan Quraisy Bersama-Sama Mengangkat Tepi Kain Ketempat Al Hajarul Aswad Itu.
Ketika Sampai Ketempatnya Maka Batu Hitam Itu Diletakan Dengan Tangannya Sendiri Ke Tempatnya.
Dengan Demikian Selesailah Persengketaan Itu Dengan Membawa Kepuasan Pada Masing-Masing Golongan.
Pada Kejadian Ini Usia Nabi 35 Tahun Dan Di Kenal Dengan Nama ‘’Al –Amin’yang Di Percaya.

demikianlah yang baru bisa saya tulis, tentang pengalaman penting baginda rosul,nabi ki MUHAMMAD S.A.W. .
Terimakasih kepada sahabat semua yang sudah menyempatkan sedikit waktu untuk membacanya,semoga saya selalu lancrr dalam menulis,dan sahabat selalu sehat dan sering datangi blog saya,,amin.

wasalam,

No comments: