ads

Propellerads

Monday, January 9, 2017

dibalik jalan hitam

Propellerads
[embed height="520" width="640"]https://www.reverbnation.com/rockrzorockcxlist?wordpress=1[/embed]


Di Balik Jalan Hitam


Tiga Tahun,,,Aku Berjalan Dengan Rasa Takut,Tidak Merasakan Indahnya Dunia,Sungguh Perjalanan Ini Bukan Rangkaian Mimpiku Dahulu.
Perjalanan Ini Adalah Kesalahan Dari Pilihat Singkat Yang Dulu Mau Tidak Mau Harus Aku Pilih,Demi Orang-Orang Yang Aku Sayangi,Yaitu Anak Dan Istriku.
Tindakan Ku Sangat Salah Di Mata Manusia,Namun Semua Itu Terpaksa Karna Aku Hanya Berharap Tuhan Mengampuni Dan Menerima Taubat Ku.

Sahabat ,Mungkin Ini Adalah Curahan Hati Saya Yang Penuh Dengan Kesedihan,Saya Bukan Seorang Yang Pandai Merangkai Kata,Saya Hanya Seorang Insyan Lemah.

Oktober Gelap
Aku Putuskan Untuk Pergi Membawa Kendaraan Orang,Untuk Membawa Istriku Kabur Dari Rumah Mertua, Karna Saat Itu Aku Sangat Di Benci Mertua.

Istriku Di Beri Pilihan, Memilih Aku Atau Keluarganya, Saat Itu Istriku Sangat Bingung,Dan Ia Tidak Bisa Memilih,Karena Baginya Aku Dan Orang Tuanya Adalah Hal Yang Sangat Berarti Baginya,
Dan Saat Itu Aku Tidak Ingin Kehilangan Istriku Dan Jauh Dengan Anaku,Akhirnya Aku Mencari Cara Untuk Membawa Anak Dan Istri Ku Dari Rumah Mertua.

Karena Saat Itu Ekonomi Ku Nol Besar,Jadi Pikiran Aku Gelap Dan Tak Bisa Jernih Untuk Berpikir,Akhirnya Aku Ikuti Bisikan Negatif Yang Terdengar Seperti Petir Menyambarbumi.

Perjalanan Tak Tentu Arah.

Malam Itu ,Aku Dan Anak Istriku Pergi Meninggalkan Rumah Mertua Dengan Sepeda Motor Yangakupinjam,Semalaman Kami Menyusuuri Jalan Yang Tak Bertujuan.
Anaku Yang Saat Itu Berusia Masih Balita Tidak Kuat Menahan Angina Malam ,Yang Akhirnya Ia Kedinginan,Kami Pun Putuskan Untuk Istirahat Di Suatu Rumah Kosong Pinggiran Hutan,Saat Itu Anaku Membuataku Dan Istriku Cemas,Karena Dia Menggigil Dan Merintih .

Melihat Keadaan Anakku Seperti Itu Akupunbersujud Dan Mencium Bumi,Memohon Kepada Tuhan Untuk Menyembuhkan Anak Ku,
Sungguh Besar Kuasatuhan , Tidak Lama Berselang Anaku Membaik Dia Bisa Berbiara Kembali,Diabicara Kepadaku Bahwa Ia Lapar,Sedangkan Kami Tidak Bawa Makanan Dan Minuman.

Karna Ada Di Hutan Dengan Lokasi Yang Jauh Dari Penduduk Aku Hanya Bisa Menenangkan Anak Saya Untuk Menunggu Pagi.
Kami Bertiga Menginap Di Rumah Kosong Itu,Istriku Tidur Dengan Menyenderkan Kepalanya Kepundakku,Sedangkan Anaku Dia Tidur Di Atas Pangkuanku Sampai Pagi .

Pagi Itu Kami Segera Melanjutkan Perjalanan,Mencari Makanan,Karna Anaku Sangat Kelaparan Dari Semalam.
Kira-Kira 3 Kilo Meter Kami Jalan,Sebuah Rumah Makan Yang Sederhana Lalu Kami Mampir Di Sana.

Selasainya Makan,Keuangan Kami Mulai Menipis, Kira-Kira Hanya Cukup Untuk Beli 2 Liter Bahan Bakar,Namun Kami Pasrah Dengan Nasib Yang Akan Datang.
 Kami Bergegas Kembali Melanjutkan Perjalanan,Hingga Sampai Kesebuah Pom Bensin Kami Mengisi Bahan Bakar Dan Uangpun Habis.

Buah Papaya Penyelamat

Saat Itu Waktu Sore Sekitar Jam 16:28 Wib. Anaku Kembali Mengeluh Kelaparan.Situasi Yang Sangat Membingungkan,Karna Kami Tidak Punyauang Lagi Untuk Beli Makanan,Akhirnya Kami Berhenti Di Tempat Yang Sejuk,Taksengaja Aku Melihat Pohon Papaya Yang Kebetulan Ada Buahnya Yangmatang,Aku Segera Mengambilnya Lalu Memakannya Bersama..

Tibanya Kami Di Suatu Perkampungan Kecil,Kami Mencari Tumpangan Untuk Menginap.
Kami Menemukaan Seorang Penduduk Di Desa Tu Yang Tidak Keberatan Kami Tumpangi Rumahnya,Wanta Tuaitu Sangat Ramah Dan Baik.

Ia Menyuguhkan Makanan Yang Ia Miliki,Hingga Anaku Makan Dengan Lahap,
Kami Menginap Di Sana Beberapa Hari,Stiap Hari Aku Nawarin Sepeda Motor Yang Aku Pakai Untuk Di Jual,Aku Merasa Sudah Tidak Punya Pilihan Selain Mengembalikan Istri Dan Anak Saya Ke Rumah Mertua,

Terjualnya Sepeda Motor

Aku Sudah Mengetahui Akan Sperti Apa Resikonya,Jika Aku Jual Motor Itu,Tapi Tidak Ada Pilihan.
Aku Jual Dan Uangnya Aku Pakai Untuk Kepulangan Aku Dan Anak Istriku Kembali Ke Rumah Mertua,

Ciuman Terahir Istriku
Perjalana Setengah Hari Terlewati ,Hingga Sampai Kami Ke Ujung Kebersamaan,Karna Hanya Anak Dan Istriku Yang Pulang Kerumah,Aku Melanjutkan Perjalanan Yang Tak Tentu Arah,Karna Saat Itu Bukan Hanya Mertuaku Yang Membencikutapi Teman Pemilik Sepeda Motorpun Membenciku Hingga Ia Mencariku Untuk Memukuliku,

Saat Itu Aku Merasa Benar-Benar Bodoh,Bukan Menyelesaikan Masalah Tapi Memperdalam Masalah,Kini Aku Semakin Jauh Dengan Anak Istriku,Sangat Sulit Aku Menemui Mereka, Hingga Aku Merasa Kesepian Dan Rindu Berat.
Mendadi Pengamen Jalanan

Saat Itu Aku Mencari Cara Untuk Bertahan Hidup,Disuatu Kota Yang Takada Satupun Kenalan Atau Teman,
Hanya Kebingungan Yang Saat Itu Aku Rasakan,Hingga Aku Masuk Ke Suatu Mushola Untuk Istrahat,Saat Iku Aku Rencana Ingin Menetap Disana ,Karna Taka Da Cara Lain.

Namun Saat Aku Duduk Di Depan Teras Mushola Aku Lihat Seorangpengamen Yang Menuju Kea Rah Ku,Ia Bermaksud Numpang Ke Wc Mushola,Tapi Sesudah Dariwc Pengamen Itu Menghampiriku,Eakan Ia Mengajk Ku Untuk Berteman,\/

Kami Berbincang Dan Akhirnya Ia Mengajakku Ketempat Tinggalnya, Dia Tinggal Di Suatu Rumahkontrakanyang Sangat Sempit Dan Kumuh,Namun Aku Tak Hiraukan Itu,Yang Ada Aku Bersukur Karna Aku Memiliki Teman.

Di Mengajaku Ngamen Untuk Yang Pertama Kalinya,
Aku Menjalani Profesi Itu Untuk Menyambung Hidup.
Tak Terasa 6 Bulan Berlalu,
Rindu Semakin Mendalam,Terbayang Selalu Wajah Ana Dan Istriku,Aku Berencana Untuk Pulang Kampong ,Ingin Mencurahkan Rindu,.

Pertemuan Singkat

Pagi Dalam Cuaca Dingin,Aku Naik Ke Atas Bus Tujuan Kampung Halaman,Rindu Seakan Sudah Di Ujung,Tak Sabar Aku Ingin Memeluk Mereka Yang Sangat Aku Rindukan.

Beberapa Jam Aku Di Perjalanan Akhirnya Sampailah Ke Tempat Dimana Aku Berhenti,Bau Kampung Yang Sangat Aku Rindukan Sudah Tercium,Kebahgiaan Anakku Sudah Terasa ,Tak Banyak Buang Waktu Aku  Segera Ke Rumah Salah Satu Teman Di Dekat Situ,Di Sanalah Aku Dan Anak Istriku Akan Bertemu,
Sampainya Dirumah Temanku,Ia Menyambutku Dengan Ramah,Lalu Kami Bercerita .

Aku Pun Meminta Bantuannya Untuk Menjemput Anak Istriku,Dan Iapun Bersedia Dan Segera Berangkat,Selang Beberapa Menit Ia Datang Dengan Membawa Anak Istriku,Akupun Seperti Ketiban Gunung Emas Senang Sekali.
 Aku Segera Berlari Menghampirimereka Dan Mencium Anakku Dan Menggendongnya.

Aku Dan Anak Istriku Masuk Kedalam Rumah Temanku,Dan Saat Itu Aku Memeluknya Dengan Rasa Rindu Yang Begitu Menggebu.
Namun Kemesraanitu Hanya Beberapa Menit Saja,Karna Ada Sekelompokorang Yang Meengetahui Kedatanganku Dan Akhirnya Aku Kembali Lagi.



 terima kasih,









Propellerads

No comments: